(Standar kompetensi: 2. Menggunakan internet untuk memperoleh informasi Kompetensi dasar: 2.2. Mengidentifikasi beberapa layanan informasi yang ada di internet)
Oleh: Andri Indrawan
E-mail: indraone01@gmail.com
Perkembangan teknologi informasi beberapa tahun belakangan ini berkembang dengan kecepatan yang sangat tinggi. Salah satu bidang yang mendapatkan dampak cukup berarti dengan perkembangan teknologi ini adalah bidang pendidikan, dimana pada dasarnya pendidikan merupakan suatu proses komunikasi dan informasi dari pendidik kepada peserta didik yang berisi informasi-informasi pendidikan, yang dimana memiliki unsur-unsur pendidik sebagai sumber informasi, media sebagai sarana penyajian ide, gagasan dan materi pendidikan serta peserta didik itu sendiri (Oetomo dan Priyogutomo, 2004).
Peningkatan mutu pendidikan merupakan salah satu unsur konkrit yang sangat penting dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Masalah umum yang sering dihadapi oleh peserta didik adalah masih cukup banyak yang belum dapat mencapai prestasi belajar yang memuaskan. Potensi peserta didik akan lebih terangsang bila dibantu dengan sejumlah media atau sarana dan prasarana yang mendukung proses interaksi yang sedang dilaksanakan peserta didik. Media dalam perspektif pendidikan merupakan salah satu instrumen yang sangat strategis dalam menentukan keberhasilan proses belajar mengajar.
Pengajaran yang terjadi dalam kegiatan proses belajar-mengajar (PBM), jika hanya berpusat pada guru dan didominasi verbalisme maka tentunya situasi yang diciptakan kurang optimal dan kondisi yang dibentuk cenderung membosankan. Pengajaran yang menarik perhatian dan minat perserta didik dinilai lebih efektif dalam menumbuhkan keterlibatan peserta didik dalam belajar. Hal ini dibenarkan oleh Uzer (2002: 31) yang menyatakan bahwa “Belajar yang efektif harus dimulai dengan pengalaman langsung atau pengalaman konkret menuju kepada pengalaman yang lebih abstrak. Belajar akan lebih efektif jika dibantu dengan alat peraga (media) pengajaran”.
Media dapat menjembatani proses internalisasi belajar mengajar yang memperjelas dan mempermudah peserta didik dalam menangkap pesan-pesan pendidikan yang disampaikan. Sebenarnya banyak faktor yang menyebabkan prestasi belajar tersebut mengalami kegagalan yang disebabkan baik oleh faktor-faktor yang berada dalam diri maupun oleh faktor-faktor yang berada diluar diri para peserta didik. Motivasi belajar merupakan salah satu faktor internal yang cukup penting dalam proses belajar mengajar. Sedangkan media pembelajaran merupakan salah satu faktor yang menentukan berhasil tidaknya proses belajar mengajar (eksternal).














